Pages

Wednesday, January 9, 2013

Tugas ISD BAB X




AGAMA DAN MASYARAKAT

A. Pengertian Agama Dan Masyarakat
Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politikekonomi dan budaya. Di tahun 2000, kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 5,7%Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 3,4% kepercayaan lainnya.
Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasisecara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia.

Tugas ISD BAB IX



ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

1. Ilmu Pengetahuan
          Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena
bermacam-macam pandangan dan teori. Kemudian untuk membuktikan apakah isi
pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. Teori
pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil, dimana pengetahuan dianggap benar
apabila dalil itu mempunyai hubungan dengan dalil yang terdahulu. Kedua, pengetahuan
itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Dan teori yang ketiga menyatakan,
bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekuensi praktis dalam diri yang
mempunyai pengetahuan itu.
            Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam
penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menjadi tujuan penelitian bulat
dan utuh, serta objek formal. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu
 meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan.
            Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap
yang bersifat ilmiah. Bukan membahas tujuan ilmu, melainkan mendukung dalam
 mencapai tujuan ilmu itu sendiri, sehingga benar-benar objektif, terlepas dari prasangka
 pribadi yang bersifat subjektif.
            Ilmu pengetahuan sekarang menghadapi kenyataan kemiskinan yang pada
hakikatnya tidak dapat melepaskan diri dari kaitannya dengan ilmu ekonomi karena
kemiskinan merupakan persoalan ekonomi yang paling elementer dimana
kekurangannya dapat menjurus pada kematian.

Tugas ISD BAB VIII



Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
Hidup bermasyarakat yaitu sebuah hubungan antar individu-individu maupun antar kelompok dan golongan yang terjadi dalam proses kehidupan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis, dimana setiap anggota masyarakat salaing berinteraksi. Hubungan antar individu ini pun diikat oleh ikatan yang berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuat bersama para anggota. Norma dan nilai-nilai inilah yang menjadi alat pengendali agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu. Solidaritas, toleransi dan tenggang rasa adalah bukti kuatnya ikatan itu. Sakit salah satu anggota masyarakat akan dirasakan oleh anggota masyarakat lainnya. Dari hubungan seperti itulah lahir keharmonisan dalam hidup bermasyarakat.
Pada kenyataannya tidak semua masyarakat membentuk sebuah harmonisasi. Pada kondisi-kondisi tertentu hubungan antara masyarakat diwarnai berbagai persamaan. Namun sering juga didapati perbedaan-perbedaan, bahkan pertentangan dalam masyarakat. Hal-hal seperti itulah yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah Pertentangan sosial dan integrita masyarakat.
Pertentangan sosial menurut saya adalah suatu konflik yang terjadi didalam suatu lingkungan masyarakat. Dimana ada suatu kelompok yang tidak menyukai kelompok lain, sehingga menimbulkan suatu perselisihan diantara mereka. Banyak sekali pertentangan sosial yang terjadi di Dunia ini. Seperti contohnya perak Irak yang kunjung selesai, dan kalau menusuri indonesia contohnya GAM (Gerakan Aceh Merdeka), PT.freepot yang terjadi di Papua.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pertentangan sosial:
·         Rasa Iri antara individu,negara, dan masyarakat
·         Adanya rasa tidak puas masyarakat terhadap kepemerintahan
·         Banyak adu domba antara politik,agama,suku serta budaya

Tugas ISD BAB VII

MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN


1. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga dengan urban community. Pengertian
masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri
kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri yang menonjol pada masyarakat kota, di antaranya :
1.      Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan
            keagamaan di desa.
      2.      Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada 
            orang lain.
3.   Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang  nyata.
4.      Untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5.      Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan.
6.      Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota.
7.      Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota.

2. Perbedaan Desa dan Kota
          Dengan melihat perbedaan-perbedaan yang ada mudah-mudahan akan dapat
mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut
sebagai masyarakat pedesaan atau masyarakat perkotaan.


Berikut ini adalah ciri-cirinya, yaitu :
1.      Jumlah dan kepadatan penduduk
2.      Lingkungan hidup
3.      Mata pencaharian
4.      Corak kehidupan sosial
5.      Stratifikasi sosial
6.      Mobilitas sosial
7.      Pola interaksi sosial
8.      Solidaritas sosial
9.      Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional